Sebelas Dua Belas
(Sama Saja)
Hatiku
berdesir,
Ragaku
telah terusir
Telah
tersisihkan dari pandangmu
Hilang dari
ingatan dan pikiranmu
Seperti
angin kencang yang mampu hilangkan segalanya,
Tapi apa
yang mampu membuatmu menghapusku?
Aku ini
telah lama menetap padamu,
Telah cukup
lama menunggu
Lebih lama
dari menunggu tahun baru
Yang selalu
ku harap dari dulu,
Kita dapat
terikat seperti simpul mati
Yang selalu
erat dan takkan terlepas
Tapi kali
ini seperti tak berbalas
Pikirku,
keinginan kita sebelas dua belas
Benar
memang awalnya,
Tapi
dipertengahan kau menyerah
Kau
tancapkan pisau tepat di hati ini hingga
Berdarah-darah,
Juga
tinggalkan semua lara padaku, parahnya
Kau
tinggalkan semua harap kita
Dengan
sia-sia
Kali
pertama ini, ku lihat sisi lain dirimu
Yang tak
pernah ku tahu
Dulu dirimu
berkata,
‘aku akan
selalu jadi yang berbeda
Dari semua
masa lalumu
Dan takkan
memperburuk sakit hatimu yang lalu’
Tapi di
ujung kisah ini tetap sama
Sama saja,
Dirimu
seakan sebelas dua belas
Dengan
semua masa laluku
Bahkan,
kali ini sakit hati itu
Diperparah
dari yang sebelumnya
Tak
kusangka dirimu sama saja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar