Puisi

Rabu, 12 April 2017

Puisi : Anganku

Anganku


Pergilah saja,
Aku tak ingin menahanmu
Lebih lama denganku
Percuma saja
Hanya seperti ini terus menerus
Semakin ku tahan,
Semakin melara

Pergilah,
Aku masih bisa tertawa di sini
Menertawaimu
Yang dengan bodohnya pergi,
Meninggalkanku yang sungguh tulus
Menjaga hubungan ini,
Tapi tak pernah ku harap kan seperti ini akhirnya
Dengan egoisnya kau berlalu
Tak pikirkanku, letihku juga sendu yang ku simpan rapat
Namun, dengan mudahnya muncul lagi
Membawa sejuta perih, yang kian menemani

Waktu demi waktu,
Jalani semua ini sendiri lagi
Kau yang dulu selalu ku kisahkan dalam setiap tulisku,
Yang seringkali mengiringi tiap senyumku
Kini berganti,
Membimbing tiap sedihku
Menjadi latar belakang tangisku,
Alasan utama lamunku
Pemeran utama hayalku,
Penyebab utama ku sulit terlelap
Menggeliat, mengganggu penglihatanku

Tampak ditiap kedip mata
Tak pernah patuh tuk benar-benar pergi
Sekali lagi, ku sadar
Aku yang belum benar-benar siap melepasmu
Karna kau masih jadi mimpiku
Yang mengharuskanku tuk menggapaimu

Puisi : Sebelas Dua Belas (Sama Saja)

Sebelas Dua Belas
(Sama Saja)

Hatiku berdesir,
Ragaku telah terusir
Telah tersisihkan dari pandangmu
Hilang dari ingatan dan pikiranmu
Seperti angin kencang yang mampu hilangkan segalanya,
Tapi apa yang mampu membuatmu menghapusku?

Aku ini telah lama menetap padamu,
Telah cukup lama menunggu
Lebih lama dari menunggu tahun baru
Yang selalu ku harap dari dulu,
Kita dapat terikat seperti simpul mati
Yang selalu erat dan takkan terlepas
Tapi kali ini seperti tak berbalas
Pikirku, keinginan kita sebelas dua belas

Benar memang awalnya,
Tapi dipertengahan kau menyerah
Kau tancapkan pisau tepat di hati ini hingga
Berdarah-darah,
Juga tinggalkan semua lara padaku, parahnya
Kau tinggalkan semua harap kita
Dengan sia-sia

Kali pertama ini, ku lihat sisi lain dirimu
Yang tak pernah ku tahu
Dulu dirimu berkata,
‘aku akan selalu jadi yang berbeda
Dari semua masa lalumu
Dan takkan memperburuk sakit hatimu yang lalu’
Tapi di ujung kisah ini tetap sama
Sama saja,
Dirimu seakan sebelas dua belas
Dengan semua masa laluku
Bahkan, kali ini sakit hati itu
Diperparah dari yang sebelumnya
Tak kusangka dirimu sama saja