Rasa Ini, Telah Lewat Masanya
by : Fybie Maharani Putri
Menyakitkan saat aku
menatapmu,
Dan disaat yang bersamaan
Kau menatap Dia,
yang kau sebut-sebut dalam
cerita keseharianmu
Dia yang kau sebut-sebut
kesukaanmu
Dia yang kau suka, yang kau
damba
Bahkan ditiap hari yang
terucap namanya,
Dia yang selalu kau harap kan
mengerti perasaanmu
Dia yang kau gambarkan dalam
tiap-tiap sajakmu
Sedang aku disini hanya mampu
menemanimu
Dalam keseharianmu,
Yang rentan tergores hatinya
Oleh tuturmu yang selalu
sebut dia dalam kisahmu
Sulitkah, mengerti akan
rasaku ?
Tak nampakkah sikapku
terhadapmu,
Yang sudah jelas sangat
berbeda ?
Tak inginkah, sekedar membuka
sebuah kisah baru
Mencoba menengok yang tak
hanya sekedar lalu buatku ?
Tak pernah terkenangkah
rentetan memori kita bersama ?
Mungkin kelak,
saat tak lagi kita bersama
Saatku lelah dengan semua
perjuangan,
Saatku ingin menjauh
Dari semua tentangmu dan
ceritamu tentangnya
Melupamu, mengikhlaskan
segala pengorbananku
Yang t’lah sia-sia adanya
Mungkin disaat itulah,
kau sadar sesuatu t’lah
menghilang darimu
kau mencoba mencari,
kau coba mengingat, tapi tak
pernah kau temui apa yang hilang darimu
karna, kau tak pernah simpan
tentangku
karna kau tak pernah pikirkan
perasaanku
tak pernah kau tanyakan apa
yang aku rasa,
kau hanya merepotkan
tentangnya
dan apa yang ingin kau
ceritakan tentangnya
hingga tak pernah memikirkan
perasaanku
sedari dulu, aku berada
disini
tetap ada disetiap waktu
untukmu
tapi kau selalu memandangnya,
tak pernah menengok kepadaku
Aku memang tak sepandai dia,
Tak cantik permainannya
kepada lawan jenis
Untuk memikat hatinya,
Tapi disini aku dapat
terimamu seperti adanya dirimu sekarang,
Bahkan sampai lelah
kutunggumu,
Yang tak kunjung sadar
Aku lelah, aku berhak juga
untuk mencinta
Tapi kau pilih pertahankan
tuk mengejarnya
Yang tak pedulikanmu,
Aku pergi dan menghapuskan
rasaku ini...
Disaat itu, kau menyadari
rasaku terhadapmu
Tapi itu sudah lewat masanya,
Tak perlu kau ungkit masa
menunggu yang membelenggu
Tak usah kau jelaskan yang
baru saja kau sadari
Karna ‘ku telah lebih dulu
mengerti...
Terkadang, cinta disadari
sesaat setelah seorang itu tlah menyadari
Menyadari kesalahannya, karna
terlambat memahami
Perasaan ini hanya jadi
dongeng tak berujung
Karna penyesalanlah bagian
akhirnya
Cukup untuk kisahnya, cukup
untuk tangisnya semoga dicukupkan hatinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar