Puisi

Kamis, 08 Desember 2016

Puisi : Rasa Ini, Telah Lewat Masanya

Rasa Ini, Telah Lewat Masanya
by : Fybie Maharani Putri

Menyakitkan saat aku menatapmu,
Dan disaat yang bersamaan
Kau menatap Dia,
yang kau sebut-sebut dalam cerita keseharianmu
Dia yang kau sebut-sebut kesukaanmu
Dia yang kau suka, yang kau damba
Bahkan ditiap hari yang terucap namanya,
Dia yang selalu kau harap kan mengerti perasaanmu
Dia yang kau gambarkan dalam tiap-tiap sajakmu
Sedang aku disini hanya mampu menemanimu
Dalam keseharianmu,
Yang rentan tergores hatinya
Oleh tuturmu yang selalu sebut dia dalam kisahmu
Sulitkah, mengerti akan rasaku ?
Tak nampakkah sikapku terhadapmu,
Yang sudah jelas sangat berbeda ?
Tak inginkah, sekedar membuka sebuah kisah baru
Mencoba menengok yang tak hanya sekedar lalu buatku ?
Tak pernah terkenangkah rentetan memori kita bersama ?
Mungkin kelak,
saat tak lagi kita bersama
Saatku lelah dengan semua perjuangan,
Saatku ingin menjauh
Dari semua tentangmu dan ceritamu tentangnya
Melupamu, mengikhlaskan segala pengorbananku
Yang t’lah sia-sia adanya
Mungkin disaat itulah,
kau sadar sesuatu t’lah menghilang darimu
kau mencoba mencari,
kau coba mengingat, tapi tak pernah kau temui apa yang hilang darimu
karna, kau tak pernah simpan tentangku
karna kau tak pernah pikirkan perasaanku
tak pernah kau tanyakan apa yang aku rasa,
kau hanya merepotkan tentangnya
dan apa yang ingin kau ceritakan tentangnya
hingga tak pernah memikirkan perasaanku
sedari dulu, aku berada disini
tetap ada disetiap waktu untukmu
tapi kau selalu memandangnya, tak pernah menengok kepadaku
Aku memang tak sepandai dia,
Tak cantik permainannya kepada lawan jenis
Untuk memikat hatinya,
Tapi disini aku dapat terimamu seperti adanya dirimu sekarang,
Bahkan sampai lelah kutunggumu,
Yang tak kunjung sadar
Aku lelah, aku berhak juga untuk mencinta
Tapi kau pilih pertahankan tuk mengejarnya
Yang tak pedulikanmu,
Aku pergi dan menghapuskan rasaku ini...

Disaat itu, kau menyadari rasaku terhadapmu
Tapi itu sudah lewat masanya,
Tak perlu kau ungkit masa menunggu yang membelenggu
Tak usah kau jelaskan yang baru saja kau sadari
Karna ‘ku telah lebih dulu mengerti...
Terkadang, cinta disadari sesaat setelah seorang itu tlah menyadari
Menyadari kesalahannya, karna terlambat memahami
Perasaan ini hanya jadi dongeng tak berujung
Karna penyesalanlah bagian akhirnya

Cukup untuk kisahnya, cukup untuk tangisnya semoga dicukupkan hatinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar