Puisi

Rabu, 16 November 2016

Puisi : Iringan Hujan Dalam Raung Melodi

Iringan Hujan Dalam Raung Melodi
by : Fybie Maharani P

Nada-nada tetesan air hujan
Terdengar dari depan jendela kamar,
Dan menghatarkan melodinya
Ke setiap penjuru ruangan

Membentuk sebuah harmoni berirama
Menyihir pendengarnya menjadi sesak
Memaksa pikiran ‘tuk kembali mengingat kenangan
Genangannya terasa berserakan
Menahan rindu yang tak terungkapkan

Hujan tak pernah tau
Kemana ia akan menimpa
Tapi air mata ini tau benar
Karena dan untuk siapa ia jatuh

Cerdiknya, hujan mampu
Beri kabar saat akan menimpa,
Dengan memberi kabar lewat awan hitam
Yang menutupi langit
Bagaimana denganmu,
Sang pemuda lalu  yang menyematkan rindu ?
Adakah kabar yang kau beri untukku ?

Seperti hujan yang hanya menumpang,
Untuk menciptakan udara yang segar
Lalu cepat pergi berlalu,
Aku tak pernah menyesal
Kita bisa saling mengenal
Namun aku hanya menyesal,
Mengapa terlalu awal
Untuk kita mengenal

Kata selamat tinggal ?

Puisi : Ada Kisahnya

Ada Kisahnya
by : Fybie Maharani P

Terkadang hati ini ragu,
Karna terus tersakiti oleh salah
Tetapi orang kata, cinta itu indah

Pernah kurasa, cintalah
Sebab dari tiap deguban yang ada
Yang terpendam dalam dada
Tetapi, pernah kita istirahat dari semua
yang ada di antara kita
hanya belum siap tuk rasakan yang sama

Karna ada orang berkata
akhir cinta tetaplah sama
hanya sakit hati yang melara
dan tetap akan basah
sampai ada orang baru yang bersedia

Ada orang yang menuntut pasangannya
untuk jadi apa yang dia suka,
tapi pasangannya tak pernah bisa
karna dia menuntut sang pasangan
‘tuk jadi dia,

Dia yang sebenarnya dia suka