Puisi

Rabu, 19 Oktober 2016

Puisi : Lara Parah Pujangga

Lara Parah Pujangga
by: Fybie Maharani Putri

Air laut bergelora menemani kesendirian hati
Sayup angin berbisik derita
Seorang pujangga
Mengundang perhatian
Sang langit tuk menjingga
Meninggalkan kesan tak terlupakan,

Jerit tangis samudra
Menahan perih tak terungkapkan
Tak tahan, ingin cepat
Menenggelamkan mentari
Sinarnya bergemilau terpancar
Pada awan putih,
Ku duduk pada jembatan tua
Tak kuasa aku pergi

Melewatkan pemandangan senja
Pemandangan yang pernah ada
Yang menyimpan banyak
kenangan berdebu tak terjamah
Karna cinta yang membawa lara
Yang segan tuk ku buka
Karna ‘kan membawa luka

Teriak amarah oleh cinta
Mengundang tangis tak biasa
Karena dulu kau lampaui kisah
Dan menyatakan lelah
Pergi memberi sisa luka yang masih basah
Karna laraku, kau pergi mengaku tak bersalah
Dan semakinku terluka parah
Karna kau tak pernah berkata-kata

Dan ku hanya mampu merajut asa dalam susah