Puisi

Rabu, 24 Agustus 2016

Puisi : Penantian

Penantian

by : Fybie Maharani Putri YG

          Lama tak bertemu,
Kini kau jauh berbeda
Terlihat lebih tegas dengan sosok yang baru
Nampak lebih mudah berkawan
Daripada sosokmu yang dulu,
Bersikap dingin dengan gaya tak peduli

Tapi aku malu, tuk menyapa dulu
Berharap kau mengerti arti tingkahku,
Cobalah tengok diri ini sebentar
Tuk perbaiki masa yang dulu
Dan memulai suatu yang baru

Lagi, kau selalu begini tiap disaat
Tatapan mata kita bertemu
Menatap dengan tatapan dinginmu itu
Sementara aku, menyambut ramah
Tatapanmu dengan senyuman

Aku mengerti, mungkin kau belum siap
Bertemu denganku sekarang,
Aku ‘kan tetap menunggumu
Bahkan hingga kau terlambat untuk
Menyadari aku yang sedari dulu
Setia menunggumu dalam diam,
Dalam indahnya sajak yang telah tertulis
Hingga kau mau menarikku keluar

dari ruang penantian kelam ini

Puisi : Dirgahayu Untukmu

Dirgahayu Untukmu

by : Fybie Maharani Putri

            Dikala kupertama menimba ilmu
Di gedung-gedung ini,
Di tempat yang ramah akan tumbuhan,
Di tempat yang masih asing untukku,
Aku hanya percaya satu hal
Yaitu, aku pasti bisa sukses karena tempat ini

Setahun aku duduk di bangku gedung ini,
Aku merasa sudah mengenalnya
Dengan baik tanpa terkecuali,
Dua tahun menggali ilmu disini
Aku merasa, kemampuanku semakin terasah,
Ditahun ketiga aku menimba pengetahuan tentang
Pendidikan disini, semakin aku mengerti
Pentingnya pendidikan untuk kunci sukses

Tahun lewat tahun, bulan lewat bulan
Hari lewat hari, sekolah ini semakin berumur
Ditemani banyaknya murid
Keluar masuk, oleh sempurnanya nilai yang didapat
Dan oleh karena intelegensi yang tinggi

Semoga SMPku semakin jayalah
Semakin makmurlah anggotanya,
Semakin sukses berkarir
Untuk mewujudkan harapan
Tingkat pendidikan tinggi

Ku ucapkan dirgahayu SMPku
Untuk umur yang ke lima puluh lima
Wujudkan harapan terpendamMu
Dan tunjukkan bahwa,

SMP NEGERI 1 TUREN Mampu!

Puisi : Tak Sekedar Merdeka Yang Dulu

Tak Sekedar Merdeka Yang Dulu

by : Fybie Maharani Putri

            Jika ku tatap negeriku
            Beberapa perjuangan dulu
            Terlintas diingatanku
            Beberapa sosok pahlawan negara
            Berani mempertaruhkan nyawanya
            Tuk negara yang mereka cintai
           
            Bersatu tanpa melihat golongan,
            Bekerjasama siang malam
            ‘tuk menyusun rencana
Keesokan harinya

Menghadapi dengan tegas,
Permasalahan yang menyangkut Ibu Pertiwi
Tugas pahlawan kini,
Hanya tersisa dengan kenangan perjuangan dulu
Mereka hanya beramanat,
Agar kita kaum muda penerus bangsa
Mampu meneruskan perjuangan mereka
Dengan memajukan Tanah Air ini

Membuatnya benar-benar merdeka,
Bukan hanya sekedar merdeka..
Jadikan dirimu sosok muda merdeka
Yang mampu berkarya untuk bangsa!

Mampu mengubah Ibu Pertiwi
Menjadi tersenyum karena KITA
Mampu membuat perubahan-perubahan kecil,
Yang sedikit demi sedikit berjalan

Ke arah yang lebih baik lagi

Selasa, 09 Agustus 2016

Puisi : Tak Mampu

Tak Mampu

Kadang perasaan ini tak bisa ku mengerti,
Lama, kita telah berpisah
Namun mengapa?
Ku masih tak bisa terlepas
Dari ikatan masa lalu
Kau hanya sebatas kenangan
Dariku yang dulu
Lelah ku berupaya tak mengingatmu lagi
Berulang kali ku bertekad
Melupakan semua yang dulu
Ku belum mampu,
Sesungguhnya jujur ku belum mampu
Melupamu dalam setiap memori
Yang pernah kita ukir dulu
Karna kau selalu hadir,
Di tiap selip pikiran ini