Rambu-Rambu Ipa
→Tipe 1 ←
1)
Jaringan yang berperan dalam
transportasi tumbuhan:
Xilem: pembuluh kayu : mengangkut
cairan menuju daun dari akar.
Floem: pembuluh tapis : mengangkut
hasil fotosintesis dg zat-zat lain.
2)
Proses transportasi air dan hasil
fotosintesis pada tumbuhan:
a). Proses transportasi air : bulu akar →Epidermis →korteks→endodermis→xylem
b). Hasil fotosintesis pada tumbuhan : Bahan makanan (glukosa) dan Oksigen. 
3)
Komponen darah/bagian-bagian
darah:
a). Plasma darah/cairan darah:
terdiri atas 90%
air, 8% protein yg terdiri dari protein-protein albumin, hormon, globulin,
protrombin dan fibrinogen; 0,9% mineral yang terdiri atas NaCl, natrium
bikarbonat, garam dan kalsium, fosfor, magnesium, besi; 0,1% berupa sejumlah
bahan organik yaitu glukosa, lemak, asam urat, asam amino, enzim dan antigen. Fibrinogen
yang ada dalam plasma darah merupakan bahan penting untuk proses pembekuan
darah ketika terjadi luka. Didalam plasma darah juga terdapat serum, serum
yaitu plasma darah tanpa fibrinogen. Serum berfungsi untuk melawan kuman-kuman
penyakit yang masuk dalam aliran darah.
b). Sel-sel darah: sel-sel darah terdiri atas sel darah merah(eritrosit),
sel darah putih(leukosit), dan keping darah(trombosit). Eritrosit
berfungsi untuk mengangkut oksigen. Leukosit berfungsi untuk membunuh kuman
penyakit. Trombosit berfungsi untuk membekukan darah. Dalam sel-sel darah,
kandungan leukosit dan trombosit sebanyak 1%, sedangkan eritrosit sebanyak 99%.
|
No.
|
Sel Darah Merah(eritrosit)
|
No.
|
Sel Darah Putih(leukosit)
|
|
-
a)
b)
|
Eritrosit
merupakan bagian darah yang memberi warna merah pada darah. Eritrosit
mengandung zat warna yang disebut hemoglobin. Hemoglobin merupakan pigmen
protein yang terdiri atas Haeme dan Globin. Tugas
hemoglobin:
Mengikat O2 pernapasan,
Mengikat CO2
hasil pernapasan.
|
-
#
1)
a)
b)
c)
2)
a)
b)
c)
|
Sel darah
putih sesungguhnya tidak berwarna putih tetapi jernih. Disebut sel darah
putih untuk membedakannya dari sel darah merah. Bentuk sel darah putih tidak tetap(amoeboid).
Sel darah putih mempunyai kemampuan untuk menembus dinding pembuluh darah.
Kemampuan tersebut dinamakan diapedesis. Sel darah putih berumur 12-13 hari,
tidak berwarna, dan tidak memiliki inti sel. Dalam 1ml darah terdapat 8.000
sel darah putih.
Berdasarkan
ada atau tidaknya granula didalam sitoplasma sel, leukosit dibedakan menjadi
2 tipe:
Granulosit : merupakan
leukosit yang bergranula. Granulosit berperan dalam membunuh kuman penyakit
dan sel asing(termasuk sel kanker), serta memakan sel mati. Berdasarkan jenis
granula serta sifat asam dan basa sitoplasmanya, granulosit dibedakan lagi
menjadi 3 macam sel.
Eosinofil : sitoplasma
eosinofil mempunyai granula yang halus dan bersifat asam. Pada pewarnaan
dengan menggunakan senyawa asam, sitoplasma eosinofil memberikan warna merah.
Sel ini mempunyai peran didalam membunuh kuman atau penyakit dan memakan
sel mati.
Basofil : sitoplasma
basofil bergranula kasar dan bersifat basa. Basofil berperan membunuh sel asing
yang masuk ke dalam tubuh. Basofil ini jumlahnya relatif sedikit.
Neutrofil : sitoplasma
neutrofil bergranula halus dan sifatnya netral. Neutrofil lebih aktif
didalam membunuh kuman penyakit dan memakan sel mati daripada eosinofil
maupun basofil. Neutrofil jumlahnya paling banyak.
Agranulosit : merupakan
leukosit yang tidak bergranula. Agranulosit terdiri atas limfosit dan
monosit.
Limfosit : sel dengan
inti berbentuk seperti ginjal atau seperti biji kacang tanah.
Monosit : sel dengan
inti berbentuk menyerupai otak. Peran monosit hampir sama dengan peran
granulosit, yaitu membunuh bibit penyakit secara langsung tanpa melalui
produksi antibodi, membunuh sel asing(diantaranya sel kanker). Dan memakan
sel mati.
Trombosit(keping darah) : keping darah
berbentuk bulat atau lonjong. Ukuran keping darah lebih kecil daripada sel
darah merah. Jumlahnya kurang lebih 300.000 pada tiap 1ml darah. Keping darah
hidupnya singkat, hanya 8 hari. Keping darah berfungsi pada proses
pembekuan darah. Saat terjadi
luka, darah keluar melalui luka tersebut.
|
4)
Organ yang berperan dalam sistem
peredaran darah:
a). Jantung : jantung terletak dalam rongga dada agak sebelah kiri di
antara paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Berat jantung kurang lebih 300
gram. Besarnya sebesar kepalan tangan manusia. Jantung memiliki fungsi
untuk memompa darah. Dengan adanya jantung, darah dialirkan ke seluruh tubuh
melalui pembuluh darah. A).
Jantung b). Pembuluh darah
b). Pembuluh Darah : darah mengalir di pembuluh darah. Berdasarkan fungsinya,
pembuuh darah dibedakan menjadi 2 yaitu, pembuluh Nadi(arteri) dan pembuluh
balik(vena). Arteri dan Vena dihubungkan oleh pembuluh kapiler.
5)
Proses Pembekuan Darah :
saat terjadi luka, darah keluar
melalui luka tersebut. Keping darah menyentuh permukaan luka, lalu pecah dan
mengeluarkan trombokinase. Trombokinase dibantu dengan ion kalsium akan
mengubah protrombin(calon trombin) menjadi trombin. Trombin akan mengubah
fibrinogen menjadi benang-benang fibrin. Benang-benang fibrin akan membentuk
anyaman dan menjaring sel-sel darah sehingga luka tertutup dan tidak
mengeluarkan darah.
Mekanisme pembekuan
darah:
Luka,
trombosit pecah tromboplastin
(trombokinase)
Vit.
k
Protombin trombin
Fibrinogen benang-benang fibrin
6)
Prose Peredaran darah Besar dan
Kecil :
a). Peredaran darah besar : peredaran darah dari bilik kiri
jantung ke seluruh sel-sel tubuh dan kembali lagi ke serambi kanan jatung.
Secara skematis peredaran darah besar:
Dari jantung → aorta→ arteriol→ kapiler→ venula→ vena cava superior→ jantung.
b).
Peredaran darah kecil : peredaran darah
yg dimulai dari jantung menuju ke paru-paru kemudian kembali lagi ke jantung.
Secara
skematis peredaran darah kecil:
Darah dari jantung→ arteri pulmonalis→ paru-paru→ vena pulmonalis→
jantung.
7) Konsep tekanan pada zat cair dengan aliran
darah dan tekanan darah:
a). Konsep tekanan pada zat cair : Hukum pascal: "Tekanan yang
diberikan pada zat cair dalam wadah tertutup akan diteruskan ke segala arah dan
sama besar." Kalau dikaitkan dengan aliran atau tekanan darah akan seperti
ini: " Tekanan yang diberikan pada darah dalam tubuh akan diteruskan ke
segala arah dan sama besar." Kalau menurut saya sih gitu, karena tubuh
merupakan penutup dari setiap rongga dan organ serta komponen lain dalam tubuh.
b). Tekanan Darah : pemompaan darah oleh jantung dan
sempitnya pembuluh darah kapiler menghasilkan tekanan di arteri. Inilah yg
disebut tekanan darah. Tekanan darah pada saat bilik jantung mengembang disebut
tekanan sistol. Tekanan darah pada saat bilik jantung mengempis disebut tekanan
diastole. Jadi, sistol merupakan tekanan darah karena jantung memompa darah
keluar, dan diastole merupakan tekanan darah karena jantung mengisap darah.
Tekanan dapat diukur dengan alat
pengukur tekanan darah yang disebut tensimeter (sfigmomanometer). Tekanan
darah dapat digunakan untuk mengetahui kekuatan jantung memompa darah dan untuk
mengetahui kesehatan seseorang. Tekanan darah orang dewasa normal 120/80
mmHg (milimeter air raksa). Nilai 120 menunjukan tekanan sistol, sedangkan 80
menunjukan tekanan diastole.
8) Gangguan yang terjadi pada sistem peredaran
darah :
|
No.
|
Nama Gangguan
|
Penjelasan
|
|
1.
|
Thalasemia
|
Kelainan hemoglobin (Hb) yang
mengakibatkan darah kurang mampu mengikat oksigen. Thalasemia merupakan
penyakit menurun.
|
|
2.
|
Hemofilia
|
Kelainan pada darah yg tidak
memiliki faktor pembeku darah sehingga darah sulit membeku. Hemofilia
merupakan penyakit menurun. Penderita hemofilia selalu pria, karena wanita
hemofilia selalu meninggal dunia.
|
|
3.
|
Anemia
|
Gangguan dimana jumlah sel darah
merah kurang dari jumlah normal. Kadar Hb normal adalah 12-16 % dari sel
darah merah. Jumlah sel darah merah normal 5juta/mm3. Pada
penderita anemia, kadar Hb kurang dari normal.
|
|
4.
|
Leukimia
|
Pertumbuhan sel-sel darah putih yg
tidak normal. Jaringan yg seharusnya membentuk sel darah merah justru
membentuk sel-sel darah putih. Akibatnya, jumlah sel darah putih melebihi
normal. Sedangkan jumlah sel darah merah menurun. Leukimia disebut juga kanker
darah. Banyaknya sel darah putih ini, menyebabkan sel darah putih menjadi
“ganas”. Sel darah putih ini dapat memakan sel-sel darah merah sehingga dapat
mengalami anemia akut.
|
|
5.
|
Tekanan
Darah Tinggi
|
Gejala penyakit ini adalah tekanan
darah diatas normal. Jantung penderita bekerja lebih keras bahkan dapat
memecahkan pembuluh darah. Penyebabnya antaralain kelebihan kolesterol yg
mengakibatkan menyempitnya pembuluh nadi, faktor keturunan, usia, stres,
kebiasaan merokok, dan minuman beralkohol.
|
|
6.
|
Stroke
|
Pecahnya pembuluh darah di otak.
Pembuluh darah dapat pecah karena adanya penyempitan pada pembuluh darah oleh
lemak.
|
9) Hubungan antara sistem pernapasan dan
sistem peredaran darah :
Darah bersih yang mengandung O2 dibawa dari paru-paru melalui
vena pulmonalis masuk ke serambi kiri dan diteruskan ke bilik kiri lalu dipompa
ke seluruh tubuh melalui aorta.
Darah kotor yang mengandung CO2 dibawa dari seluruh
tubuh ke paru-paru melalui arteri pulmonalis.
Di dalam proses pertukaran O2 dan CO2, oksigen yang
dibutuhkan berdifusi masuk ke darah dalam pembuluh kapiler yang menyelubungi
alveolus. Selanjutnya, oksigen diikat oleh hemoglobin (Hb) untuk diangkut ke
sel-sel jaringan tubuh.
10) Mekanisme pernapasan dan gangguannya pada
manusia :
a). Mekanisme pernapasan :
1). Mekanisme
Pernapasan Dada
1. Fase Inspirasi
pernapasan dada
Otot antar tulang rusuk (muskulus
intercostalis eksternal) berkontraksi --> tulang rusuk terangkat (posisi
datar) --> Paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru menjadi
lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara luar masuk ke
paru-paru
2. Fase
ekspirasi pernapasan dada
Otot antar tulang rusuk relaksasi -->
tulang rusuk menurun --> paru-paru menyusut --> tekanan udara dalam
paru-paru lebih besar dibandingkan dengan tekanan udara luar --> udara
keluar dari paru-paru.
2).
Mekanisme Pernapasan Perut
1. Fase inspirasi
pernapasan perut
sekat rongga dada (diafraghma) berkontraksi
--> posisi dari melengkung menjadi mendatar --> paru-paru mengembang
--> tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil dibandingkan tekanan udara
luar --> udara masuk
2. Fase
ekspirasi pernapasan perut
otot diafraghma relaksasi --> posisi dari
mendatar kembali melengkung --> paru-paru mengempis --> tekanan udara di
paru-paru lebih besas dibandingkan tekanan udara luar --> udara keluar dari
paru-paru.
b). Gangguan pada sistem pernapasan :
|
No.
|
Gangguan
|
Penjelasan
|
|
1.
|
Alergi
|
Alergi karena debu dapat menimbulkan
bersin-bersin, lalu rongga hidung membengkak dan gatal sehingga terjadi
batuk-batuk baik ringan maupun berat. Kemudia ada pula individu yg rentan
terhadap serbuk sari. Selaput lendir hidung dan mata menjadi bengkak dengan
disertai keluarnya ingus dan bersin-bersin. Reaksi alergi dapat dikurangi
dengan memberikan senyawa antishistamin atau pereda alergi.
|
|
2.
|
Selesma(pilek
yg mengiringi influenza)
|
Kondisi hidung berir atau mungkn
tersumbat lendir dengan hilangnya sensitivitas indera penciuman. Salesma
disebabkan oleh infeksi virus.
|
|
3.
|
Mimisan
|
Terjadi akibat pecahnya pembulu
darah yang ada di dalam hidung.
Mimisan sering terjadi pada anak-anak. Namun dapat terjadi pula pada orang
dewasa yg memiliki hipertensi dan gejala stroke.
|
|
4.
|
Polip
|
Tumor jinak yg menyumbat sebagian
jalan udara pada hidung. Sering menimbulkan suara yang sengau dan dapat
mengakibatkan kesulitan bernapas.
Dapat dibuang melalui operasi.
|
|
5.
|
Rhinitis
|
Radang selaput hidung yg disebabkan
oleh bakteri. Dapat pula disebabkan oleh selesma maupun alergi.
|
|
6.
|
Laringitis
|
Peradangan pada kotak suara yg
menimbulkan suara menjadi lirih bahkan mungkin dapat tidak terdengar sama
sekali.
|
|
7.
|
Bronkhitis
|
Peradangan pada bronkhus yg
disebabkan oleh infeksi dan dapat diperpanjang oleh asap, misalnya asap rokok
dan asap polusi.
|
|
8.
|
Pneumonia
|
Pneumonia diawali dengan adanya gejala
radang pada radang paru-paru dan paru-paru terisi dengan cairan radang, pneumonia
disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Dapat pula disebabkan oleh asap
rokok dan asap polusi.
|
|
9.
|
Pleuritis
|
Radang selaput yang menyelubungi
paru yg disebut sebagai selaput pleura.
|
|
10.
|
TBC(tuberkulosis)
|
Penyakit paru-paru yg disebabkan
oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
|
|
11.
|
Kanker
Paru-Paru
|
Sel-sel kanker pada paru-paru terus
tumbuh tidak terkendali. Penyakit ini dipicu oleh kebiasaan merokok.
|
|
12.
|
Emfisema
|
Paru-paru mengalami pembengkaan
karena pembuluh darahnya kemasukan udara.
|
|
13.
|
Influenza
|
Penyakit yg disebabkan oleh virus
influenza.
|
|
14.
|
Asma
|
Kelainan penyumbatan saluran
pernapasan yg disebabkan oleh alergi, seperti debu, bulu, ataupun rambut.
Asma dapat menyebabkan penyempitan saluran pernapasan. Penyempitan dapat
terjadi akibat rangsang alergene, misalnya debu, serbuk sari, kondisi dingin,
rambut kucing, dll.
|
|
15.
|
Flu Burung
|
Virus penyebab flu burung adalah
virus H5N1 yg juga dapat menyerang manusia tidak hanya unggas.
|
11) 12) 13) struktur dan fungsi organ ginjal :
a). Struktur:
b). Fungsi organ ginjal :
- Fungsi utama dari ginjal adalah untuk
menyaring darah dan mengeluarkan cairan berlebih dari itu. Ginjal meninggalkan
jumlah yang tepat garam dan mineral lainnya di dalam darah. Jumlah kelebihan
akan disaring dari darah dalam bentuk cairan limbah yang disebut urin.
- Keseimbangan cairan
- Memproduksi Sel Darah Merah
- Menjaga Tulang Kuat
- Fungsi homeostasis ginjal
14) 15) Gangguan pada sistem ekresi manusia :
a.
Diabetes Mellitus
Adalah suatu keadaan yang di tandai dengan terdapatnya gula di dalam urine.
keadaan ini disebabkan adanya gangguan sekresi hormon insulin.
b.
Diabetes Insipidus
Merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan adanya produksi Urine yang
berlimpah dan di sertai rasa haus yang berlebihan. hal ini dikarenakan
kurangnya hormon antodiuretik (ADH) Pada ginjal sehingga kemampuan ginjal untuk
mereabsorbsi menjadi hilang. penderita diabetes insipidus dapat mengeluarkan
urine sebanyak 10 sampai 20 liter sehari.
c.
Nefritis
Merupakan gangguan pada ginjal yang di sebabkan oleh infeksi bakteri
sehingga menyebabkan Urine masuk ke dalam darah.
d.
Batu Ginjal (Kencing Batu)
Merupakan suatu endapan yang berasal dari garam kalsium. Endapan batu ginja
menyebabkan urine susah keluar dan menimbulkan rasa nyeri saat buang air kecil.
batu ginjal dapat di hilangkan melalui operasi atau menggunakan sinar leser.
e.
Gagal Ginjal
Merupakan keadaan salah satu atau kedua ginjal tidak dapat berfungsi sebagai
mana mestinya. Keadaan tersebut dapat menimbulkan kematian bagi penderita.
Untuk menggantikan Fungsi ginjal dapat dilakukan dengan cara, seperti
pencangkokan ginjal, mengembangkan ginjal buatan, dan cuci darah (Hemodialisis)
16) Struktur dan fungsi pada organ paru-paru :
a). Struktur :

b). Fungsi paru-paru :
- Sebagai
Alat Respirasi
Manusia membutuhkan oksigen untuk membantu dalam proses metabolisme tubuh.
Paru-paru merupakan salah satu dari sistem pernafasan manusia.
- Sebagai
Sistem Ekskresi
Yakni mengeluarkan CO2 (karbondioksida) dan H2O (uap air). Ini adalah
fungsi utama paru-paru bagi tubuh manusia.
- Pengendalian
pH darah
Yakni dengan cara mengubah tekanan CO2.
- Sebagai
Reservoir
Paru-paru juga berfungsi sebagai reservoir darah didalam tubuh manusia.
- Mengubah
angiotensin I menjadi angiontensin II yang dilakukan oleh
enzim angiontensin converting.
17) Struktur dan fungsi pada organ hati :
a). Struktur: 
b). Fungsi organ hati:
1.
Menawar dan
menetralkan racun (detoksifikasi). Hati dapat menghilangkan racun di dalam
darah dengan cara membersihkannya dari zat berbahaya seperti alkohol dan
obat-obatan.
2.
Mengontrol
sirkulasi tubuh.
3.
Mencegah
terjadinya penggumpalan darah dengan cara mengeluarkan protrombin dan
fibrinogen.
4.
Membentuk sel
darah merah saat masih di dalam janin.
18) 19) struktur dan fungsi organ pendengaran manusia :
a). Struktur organ pendengaran:

b). Fungsi organ pendengaran pada manusia :
- Telinga Sebagai Pengatur Keseimbangan, Terdapat struktur khusus pada
organ telinga yang berfungsi mengatur dan menjaga keseimbangan tubuh. Organ
ini berhubungan dengan saraf otak ke VIII yang berfungsi dalam menjaga
keseimbangan dan untuk mendengar.
- Telinga Sebagai Indera Pendengaran, Telinga dapat berfungsi
sebagai indera pendengaran apabila terdapat gelombang suara yang masuk
melalui telinga luar yang akan diterima oleh otak melalui proses
terjadinya pendengaran yang akan kami jelaskan dibawah.
21) →24) getaran dan gelombang (hitungan frekuensi, gelombang transversal, cepat rambat, dll.)
a). Besaran-besaran pada getaran : a)
periode Getaran : T=t/N dengan:
T= periode(s)
t= waktu getar (s)
N= jumlah getaran
b)
Frekuensi Getaran : f=N/t dengan:
f= frekuensi (hz)
N= jumlah getaran
t= waktu getar(s)
c)
Hubungan frekuensi dengan periode :
T=1/f
atau
f=1/T
b). Jenis-jenis gelombang :
1). Gelombang mekanik : gelombang
yg memperlukan medium untuk merambat.
2). Gelombang elektromagnetik :
gelombang yang tidak perlu medium perambatan.
3). Gelombang transversal :
gelombang yg arah rambatannya tegak lurus dengan arah getarnya.
4). Gelombang longitudinal : gelombang
yg arah rambatannya berimpit (searah) dengan arah getarnya.
c). Periode, frekuensi, dan cepat rambat gelombang :
hubungan frekuensi dan getaran:
T=1/f atau
f=1/T dengan:
f=frekuensi(hz)
T=periode(s)
Cepat rambat gelombang:
v=λ
. f atau v=λ/T
dengan: λ=
panjang gelombang (m)
T=
periode(s)
f=
frekuensi (Hz)
v= cepat rambat gelombang (m/s)
25)
→26) Bunyi (resonansi, jarak bunyi,dll.)
a). Cepat rambat bunyi:
v=s/t dengan: v= cepat rambat
bunyi (m/s)
s=
jarak tempuh (m)
t=
waktu tempuh (s)
b). Frekuensi gelombang bunyi:
v=λ
. f dengan: v=cepat
rambat bunyi (m/s)
λ= panjang gelombang bunyi
(m)
f=
frekuensi bunyi(hz)

c
). Resonansi :
ln=(2n-1)/a
λ dengan
: λ= panjang gelombang (m)
l= panjang kolom udara(m)
n=
bilangan asli(1,2,3,...)
27) 32) pemantulan cahaya (pada cermin, sifat bayangan, dll.)
:
Ketika cahaya jatuh pada suatu
permukaan, maka sebagian cahaya itu akan dipantulkan dan sebagian lain
diteruskan atau diserap. Sifat permukaan bidang pantul sangat menentukan jumlah
cahaya yg dipantulkan atau diserap. Jika permukaannya berupa cermin, hampir
semua cahaya dipantulkan. Jika permukaannya hitam kasar, hampir semua cahaya
diserap.
* Hukum pemantulan cahaya :
1). Sinar datang,
garis normal, dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar.
2). Besarnya sudut
datang sama dengan sudut pantul (i=r) .
*pemantulan teratur: pemantulan dari cahaya yg jatuh pada benda dengan
permukaan licin(mengkilap), misalnya cermin. Cahaya tersebut akan dipantulkan
pada arah tertentu secara teratur.
* pemantulan baur : pemantulan baur atau pemantulan tidak teratur disebut
juga difuse. Difuse adalah pemantulan cahaya yang jatuh pada benda dengan
permukaan yang tidak rata, sehinngga cahaya itu akan dipantulkan dg arah tidak
menentu atau sembarang. Berikut, keuntungan pemantulan baur:
1). Berkas sinar
pantul tidak menyilaukan mata sehingga terkesan teduh dimata,
2). Langit tampak
terang di siang hari karena sinar matahari dipantulkan baur oleh debu-debu di
atmosfer bumi.
* Pemantulan cahaya pada cermin Datar :
cermin
datar adalah cermin yg terbuat dari kaca sehingga permukaannya rata, sangat
halus, mengkilap, dan licin.
* sifat Cermin datar :
a). Bersifat maya,
artinya bayangan berada di belakang cermin, dan terbentuk dari perpanjangan
sinar pantul.
b). Jarak bayangan
ke cermin sama dengan jarak benda ke cermin.
c). Tinggi bayangan
sama dengan tinggi benda.
d). Perbesaran
bayangan sama dengan satu.
e). Sisi kanan
benda menjadi sisi kiri bayangan. Dan sebaliknya, sisi kiri benda menjadi sisi
kanan bayangan.
Apabila dua buah
cermin daatar membentuk sudut α satu sama lain, maka jumlah bayangan yang
dibentuk adalah:
N=360o/α-1 dengan: n=banyaknya
bayangan yang terjadi
α = sudut yg dibentuk oleh dua cermin datar.
*pemantulan cahaya pada cermin cekung :
Cermin
cekung adalah cermin yang bagian permukaan tempat memantulkan cahaya berbentuk
lengkungan ke dalam. Cermin ini disebut cermin positif dan bersifat konvergen
atau mengumpulkan cahaya yang diterimanya.
Setengah
dari jari-jari kelengkungan cermin (f=1/2 R)
*sinar-sinar istimewa pada cermin cekung :
a). Sinar datang
sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik fokus (F)
b). Sinar datang
melalui titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama.
c). Sinar datang
melalui titik pusat kelengkungan cermin (P) akan dipantulkan kembali melalui
titik pusat kelengkungan tersebut.
a)
Jarak
bayangan:
i/f=i/s+1/s’ dengan: f= OF= jarak
fokus(m)
R= OP= jari-jari kelengkungan cermin(m)
s= jarak benda(m)
s’= jarak bayangan (m)
*apabila bayangan
yg dihasilkan bersifat maya(semu), maka bayangan dinyatakan dengan tanda
negatif, s’=(-).
b)
Perbesaran
Bayangan:
M
= s’/s = h’/h dengan: M=
perbesaran bayangan
h’= tinggi bayangan(m)
h= tinggi benda(m)
*Pemantulan Cahaya pada Cermin Cembung:
Cermin cembung adalah cermin yg
bagian permukaan tempat memantulkan cahaya berbentuk lengkungan keluar. Cermin
cembung bersifat divergen atau menyebarkan cahaya yg diterimanya. Titik fokus
dan titik pusat kelengkungan cermin berada di belakang cermin sehingga jarak
fokus dan jari-jari kelengkungan bertanda negatif. Cermin cembung juga disebut
cermin negatif. Bayangan yang dibentuk cermin cembung selalu bersifat maya,
tegak, dan diperkecil, dimanapun benda diletakkan asalkan didepan cermin.
*sinar istimewa pada cermin cembung:
a). Sinar datang
sejajar sumbu utama akan dipantulkan seolah-olah dari titik fokus.
b). Sinar datang ke
arah titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama.
c). Sinar dtang
menuju pusat kelengkungan cermin, dipantulkan seolah-olah datang dari pusat
kelengkugan tersebut.
a) Jarak Bayangan :
1/f=
1/s+1/s’ dengan: s’=
jarak bayangan (m)
s= jarak benda (m)
f= jarak fokus (m)
*pada cermin cembung berlaku beberapa ketentuan:
- oleh karen titik
fokus cermin dan titik pusat kelengkungan cermin berada di belakang cermin,
maka dalam perhitungan jari-jari cermin(R) dan jarak fokus (f) diberi tanda
negatif.
- oleh karena
bayangan yang dihasilkan selalu bersifat maya, maka dalam perhitungan jarak
bayangan (s’) diberi tanda negatif.
b) Perbesaran Bayangan :
M=
s’/s=h’/h dengan: M=
perbesaran bayangan
h’= tinggi bayangan (m)
h= tinggi benda (m)
33) 35) pembiasan cahaya pada lensa:
a). Lensa Cembung: lensa cembung disebut juga lensa positif
dan lensa konvergen, yaitu bersifat mengumpulkan sinar. Sinar sejajar yg datang
permukaan lensa dibiaskan menuju satu titik, yaitu titik fokus. Ciri khusus
lensa cembung adalah bagian tengah lebih tebal daripada bagian tepi. Lensa
cembung dibedakan menjadi : 1). Lensa
bikonveks (cembung rangkap); 2). Lensa plan-konveks(cembung datar); 3). Lensa
konveks-konkaf(cembung cekung).
*sinar istimewa pada lensa cembung:
a). Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan melalui titik
fokus.
b). Sinar datang melalui titik fokus akan dibiaskan sejajar sumbu
utama.
c). Sinar datang melalui titik pusat optik akan diteruskan(tidak
dibiaskan).
* jarak bayangan: dengan: f= jarak fokus(m)
1/f=1/s+1/s’
s= jarak benda(m)
s’= jarak bayangan(m)
*pada persamaan untuk lensa cembung berlaku ketentuan berikut:
1). Jarak fokus lensa
cembung bertanda positif karena fokus lensa cembung bersifat nyata.
2). Benda nyata berada
didepan lensa dan dalam perhitungan bertanda positif. Sementara itu, benda maya
berada dibelakang lensa dan dalam perhitungan bertanda negatif.
3). Bayangan nyata
terletak dibelakang lensa dan dalam perhitungan bertanda positif. Sementara
itu, bayangan maya terletak di depan lensa dan dalam perhitungan bertanda
negatif.
* perbesaran bayangan : dengan:
M= perbesaran bayangan
M= s’/s=h’/h
h’= tinggi bayangan(m)
h= tinggi benda(m)
a). Lensa cekung :
lensa
cekung disebut juga lensa negatif dan lensa divergen, yaitu bersifat
menyebarkan sinar. Sinar-sinar sejajar yang mengenai permukaan lensa cekung
akan dibiaskan menyebar seolah-olah berasal dari titik fokus. Ciri khusus lensa
cekung adalah bagian tengah lebih tipis daripada bagian tepinya. Lensa
cekung dibedakan menjadi:
1). Lensa
bikonkaf-konveks(cekung rangkap)
2). Lensa
plan-konkaf(cekung datar)
3). Lensa
konkaf-konveks(cekung-cembung)
*sinar istimewa pada lensa cekung:
a). Sinar datang
sejajar sumbu utama dibiaskan seolah-olah datang dari titik fokus.
b). Sinar datang
menuju titik fokus dibiaskan sejajar sumbu utama.
c). Sinar datang
melalui titik pusat optik diteruskan (tidak dibiaskan).
* jarak bayangan: dengan: f= jarak fokus (m)
1/f=1/s+1/s’ s’=
jarak bayangan(m)
s= jarak benda(m)
*perbesaran bayangan : dengan: M= perbesaran bayangan
M= s’/s=h’/h
h’= tinggi bayangan(m)
h= tinggi benda(m)
36) cacat mata
a). Rabun Jauh(miopi) : keadaan mata yg tidak dapat
melihat benda yg sangat jauh dengan jelas. Penyebabnya adalah lensa mata tidak
dapat menjadi pipih secara sempurna seperti mata normal. Jika melihat benda
yang sangat jauh maka bayangan benda akan jatuh di depan retina, sehingga
hasilnya kabur. Penderita rabun jauh dibantu dengan kacamata berlensa cekung
atau negatif. Pemakaian kacamata bertujuan agar penderita miopi dapat melihat
benda-benda di jauh tak terhingga.
b). Rabun Dekat(Hipermetropi) : keadaan mata yang tidak dapat
melihat benda pada jarak dekat dengan jelas. Disebabkan daya akomodasi mata
berkurang sehingga titik dekat mata bergeser menjauhi mata(lebih dari 25cm).
Pada rabun dekat, jika melihat benda yg sangat dekat maka bayangan benda akan
jatuh di belakang retina, sehingga benda tampak kabur. Penderita hipermetropi
dapat dibantu dengan kacamata berlensa cembung atau positif.
c). Mata Tua(presbiopi) : cacat mata ini dialami pada
usia lanjut. Usia ini menyebabkan daya akomodasi mata semakin berkurang,
sehingga kemampuan lensa mata untuk
menebal dan menipis dg sempurna seperti mata normal melemah. Penderita
presbiopi tidak dapat melihat pada jarak jauh ataupun jarak dekat. Penyebabnya
adalah ketidakmampuan lensa mata menebal dg sempurna menyebabkan titik dekat
menjauhi mata(lebih dari25cm), sedangkan ketidakmampuan lensa mata menipis
dengan sempurna menyebabkan titik jauh mendekati mata(kurang dari 25cm).
Penderita presbiopi dapat di tolong dengan kacamata bifokal, yaitu kacamata
berlensa cembung dan cekung.
*kekuatan lensa : dengan: P= kekuatan lensa(dioptri)
P=-1/f f= jarak
fokus lensa(m)
37) 38) kala revolusi
bulan:
Kala revolusi bulan adalah 27 1/3 hari.waktu ini disebut
satu bulan sideris. Satu bulan sideris tidak sama dengan waktu sejak munculnya
bulan purnama sampai bulan purnama berikutnya. Lama selang waktu antara dua
bulan purnama adalah 29 hari. Waktu ini disebut satu bulan sinodis. Bulan
sideris dan sinodis menjadi berbeda akibat adanya revolusi bumi.
selain berevolusi mengelilingi matahari, bulan juga
berotasi terhadap porosnya. Kala rotasi bulan persis sama dengan kala
revolusinya, yaitu 27 1/3 hari, sehingga permukaan bulan yang menghadap bumi
selalu hanya separuhnya. Karena bulan berevolusi terhdap bumi, bulan juga ikut
mengelilingi matahari bersama bumi
39)
radiasi matahari yg dimanfaatkan olehmakhluk hidup:
radiasi
matahari dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam aktivitas manusia,hewan dan
tumbuhan,juga dari sinar ultraviolet.
contohnya :
-tumbuhan:membantu fotosintesis
-manusia:untuk kehidupan dan kebutuhan sehari
hari:mencuci,dll
-hewan:berjemur,
40)
akibat rotasi dan revolusi bumi :
Pengaruh akibat Rotasi Bumi
1. Pergantian Siang dan malam
2. Perbedaan waktu
3. Perbedaan percepatan gravitasi bumi
4. pembelokan arah angin
5. pembelokan arus laut
6. peredaran semu harian benda-benda langit
Pengaruh akibat Revolusi Bumi
1. Pergantian musim
2. perbedaan lamanya siang dan malam
3. Gerak semu matahari
4. Terlihatnya rasi bintang yang berbeda dari bulan ke bulan