Puisi

Selasa, 31 Mei 2016

After Class Promotion Exam (Weekend Trip)

ujian disekolahku dilaksanakan mulai hari snin tanggal 23 Mei 2016 hingga 28 Mei 2016. nah, pada hari terakhir ujian itu. tepatnya tanggal 28 Mei jam 14:30 sore aku dan sanak keluarga pergi berlibur ke Probolinggo. disana kami berlibur ke beberapa tempat.

  1. Pantai Bentar, Probolinggo 

 tempat ini letaknya 7km dari pusat kota Probolinggo, sangat pas untuk kalian yang suka foto dan menikmati sunset.

       2. BJBR (BeeJay Bakau Resort)
tempat ini seperti tempat pelestarian hutan Mangrove. harga tiket masuk senin-jum'at : Rp. 10000 Sabtu-Minggu : Rp. 20000 cukup murah ya, dengan berbagai tempat permainan anak, hotel, cafe, restoran, photo stand, dan tentunya harganya juga sangat terjangkau.


Minggu, 15 Mei 2016

Kisi-Kisi Ipa UKK kelas 8 2016

Rambu-Rambu Ipa
→Tipe 1 ←
1)      Jaringan yang berperan dalam transportasi tumbuhan:
Xilem: pembuluh kayu : mengangkut cairan menuju daun dari akar.
Floem: pembuluh tapis : mengangkut hasil fotosintesis dg zat-zat lain.

2)      Proses transportasi air dan hasil fotosintesis pada tumbuhan:
a). Proses transportasi air : bulu akar Epidermis korteksendodermisxylem
b). Hasil fotosintesis pada tumbuhan : Bahan makanan (glukosa) dan Oksigen. Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqeATA-Ulpb6_ckE6UnUek_e9QeajhWpspI4LBk0DERbb1fxS5QLa8VWtfoPqJk0nEXHB2WSY6YTqFDA_HXESTWbKg_gGpcHeuktwV9iP2R14Eegslq7HppbxWGOwlteWXx4HVSuzC0FA9/s320/reaksi.gif

3)      Komponen darah/bagian-bagian darah:
a). Plasma darah/cairan darah: terdiri atas 90% air, 8% protein yg terdiri dari protein-protein albumin, hormon, globulin, protrombin dan fibrinogen; 0,9% mineral yang terdiri atas NaCl, natrium bikarbonat, garam dan kalsium, fosfor, magnesium, besi; 0,1% berupa sejumlah bahan organik yaitu glukosa, lemak, asam urat, asam amino, enzim dan antigen. Fibrinogen yang ada dalam plasma darah merupakan bahan penting untuk proses pembekuan darah ketika terjadi luka. Didalam plasma darah juga terdapat serum, serum yaitu plasma darah tanpa fibrinogen. Serum berfungsi untuk melawan kuman-kuman penyakit yang masuk dalam aliran darah.
b). Sel-sel darah: sel-sel darah terdiri atas sel darah merah(eritrosit), sel darah putih(leukosit), dan keping darah(trombosit). Eritrosit berfungsi untuk mengangkut oksigen. Leukosit berfungsi untuk membunuh kuman penyakit. Trombosit berfungsi untuk membekukan darah. Dalam sel-sel darah, kandungan leukosit dan trombosit sebanyak 1%, sedangkan eritrosit sebanyak 99%.
No.
Sel Darah Merah(eritrosit)
No.
Sel Darah Putih(leukosit)
-


a)
b)
Eritrosit merupakan bagian darah yang memberi warna merah pada darah. Eritrosit mengandung zat warna yang disebut hemoglobin. Hemoglobin merupakan pigmen protein yang terdiri atas Haeme dan Globin. Tugas hemoglobin:
Mengikat O2 pernapasan,
Mengikat CO2 hasil pernapasan.
-





#

1)



a)



b)


c)



2)

a)

b)



c)
Sel darah putih sesungguhnya tidak berwarna putih tetapi jernih. Disebut sel darah putih untuk membedakannya dari sel darah merah. Bentuk sel darah putih tidak tetap(amoeboid). Sel darah putih mempunyai kemampuan untuk menembus dinding pembuluh darah. Kemampuan tersebut dinamakan diapedesis. Sel darah putih berumur 12-13 hari, tidak berwarna, dan tidak memiliki inti sel. Dalam 1ml darah terdapat 8.000 sel darah putih.
Berdasarkan ada atau tidaknya granula didalam sitoplasma sel, leukosit dibedakan menjadi 2 tipe:
Granulosit : merupakan leukosit yang bergranula. Granulosit berperan dalam membunuh kuman penyakit dan sel asing(termasuk sel kanker), serta memakan sel mati. Berdasarkan jenis granula serta sifat asam dan basa sitoplasmanya, granulosit dibedakan lagi menjadi 3 macam sel.
Eosinofil : sitoplasma eosinofil mempunyai granula yang halus dan bersifat asam. Pada pewarnaan dengan menggunakan senyawa asam, sitoplasma eosinofil memberikan warna merah. Sel ini mempunyai peran didalam membunuh kuman atau penyakit dan memakan sel mati.
Basofil : sitoplasma basofil bergranula kasar dan bersifat basa. Basofil berperan membunuh sel asing yang masuk ke dalam tubuh. Basofil ini jumlahnya relatif sedikit.
Neutrofil : sitoplasma neutrofil bergranula halus dan sifatnya netral. Neutrofil lebih aktif didalam membunuh kuman penyakit dan memakan sel mati daripada eosinofil maupun basofil. Neutrofil jumlahnya paling banyak.

Agranulosit : merupakan leukosit yang tidak bergranula. Agranulosit terdiri atas limfosit dan monosit.
Limfosit : sel dengan inti berbentuk seperti ginjal atau seperti biji kacang tanah.
Monosit : sel dengan inti berbentuk menyerupai otak. Peran monosit hampir sama dengan peran granulosit, yaitu membunuh bibit penyakit secara langsung tanpa melalui produksi antibodi, membunuh sel asing(diantaranya sel kanker). Dan memakan sel mati.
Trombosit(keping darah) : keping darah berbentuk bulat atau lonjong. Ukuran keping darah lebih kecil daripada sel darah merah. Jumlahnya kurang lebih 300.000 pada tiap 1ml darah. Keping darah hidupnya singkat, hanya 8 hari. Keping darah berfungsi pada proses pembekuan darah. Saat terjadi luka, darah keluar melalui luka tersebut.

4)      Organ yang berperan dalam sistem peredaran darah:
a). Jantung : jantung terletak dalam rongga dada agak sebelah kiri di antara paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Berat jantung kurang lebih 300 gram. Besarnya sebesar kepalan tangan manusia. Jantung memiliki fungsi untuk memompa darah. Dengan adanya jantung, darah dialirkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.         A). Jantung b). Pembuluh darah                
Description: https://belajar.kemdikbud.go.id/file_storage/modul_online/MO_46/Image/hal10.JPG                 Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEholKpkuKw99Fu3A9EpLGIvWEjzzKnZ2X93pbDUcrCHklPOvV8I9Bv3jaAMTeTuthd7YjMxjDYddPVYeUOC0z-x_9HxD105-a2G65VnQ7oa-L-wbGf1Il-czCBKkGy634UEsnoNfLQ9J9br/s1600/arteri+dan+vena.bmp
b). Pembuluh Darah : darah mengalir di pembuluh darah. Berdasarkan fungsinya, pembuuh darah dibedakan menjadi 2 yaitu, pembuluh Nadi(arteri) dan pembuluh balik(vena). Arteri dan Vena dihubungkan oleh pembuluh kapiler.

5)      Proses Pembekuan Darah :
saat terjadi luka, darah keluar melalui luka tersebut. Keping darah menyentuh permukaan luka, lalu pecah dan mengeluarkan trombokinase. Trombokinase dibantu dengan ion kalsium akan mengubah protrombin(calon trombin) menjadi trombin. Trombin akan mengubah fibrinogen menjadi benang-benang fibrin. Benang-benang fibrin akan membentuk anyaman dan menjaring sel-sel darah sehingga luka tertutup dan tidak mengeluarkan darah.
 


Mekanisme pembekuan darah:
                                Luka, trombosit pecah                   tromboplastin (trombokinase)
                                                                                                Vit. k
                                Protombin                          trombin
 


                               
                                Fibrinogen                          benang-benang fibrin


6)      Prose Peredaran darah Besar dan Kecil :
a). Peredaran darah besar : peredaran darah dari bilik kiri jantung ke seluruh sel-sel tubuh dan kembali lagi ke serambi kanan jatung.
Secara skematis peredaran darah besar:

Dari jantung → aorta→ arteriol→ kapiler→ venula→ vena cava superior→ jantung.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjS_T5HPaI7rxHBDNHgEobBUZdc_6Bu4Myf71GYZFf0LZRJGS_9glVNTlxzq_VLN29EVlgpUClh0tNeqvDvZbeV4BihKvsdBN8ZMPJTyJ7PY1vXq8Wd9uVH0B-td9TyBC-WZrZm2rtqm_g/s1600/Sistem+Peredaran+Darah+Besar.gif

b). Peredaran darah kecil : peredaran darah yg dimulai dari jantung menuju ke paru-paru kemudian kembali lagi ke jantung.
Secara skematis peredaran darah kecil:
Darah dari jantung→ arteri pulmonalis→ paru-paru→ vena pulmonalis→ jantung.

7)      Konsep tekanan pada zat cair dengan aliran darah dan tekanan darah:
a). Konsep tekanan pada zat cair : Hukum pascal: "Tekanan yang diberikan pada zat cair dalam wadah tertutup akan diteruskan ke segala arah dan sama besar." Kalau dikaitkan dengan aliran atau tekanan darah akan seperti ini: " Tekanan yang diberikan pada darah dalam tubuh akan diteruskan ke segala arah dan sama besar." Kalau menurut saya sih gitu, karena tubuh merupakan penutup dari setiap rongga dan organ serta komponen lain dalam tubuh.
b). Tekanan Darah : pemompaan darah oleh jantung dan sempitnya pembuluh darah kapiler menghasilkan tekanan di arteri. Inilah yg disebut tekanan darah. Tekanan darah pada saat bilik jantung mengembang disebut tekanan sistol. Tekanan darah pada saat bilik jantung mengempis disebut tekanan diastole. Jadi, sistol merupakan tekanan darah karena jantung memompa darah keluar, dan diastole merupakan tekanan darah karena jantung mengisap darah.
Tekanan dapat diukur dengan alat pengukur tekanan darah yang disebut tensimeter (sfigmomanometer). Tekanan darah dapat digunakan untuk mengetahui kekuatan jantung memompa darah dan untuk mengetahui kesehatan seseorang. Tekanan darah orang dewasa normal 120/80 mmHg (milimeter air raksa). Nilai 120 menunjukan tekanan sistol, sedangkan 80 menunjukan tekanan diastole.
8)      Gangguan yang terjadi pada sistem peredaran darah :                                                            
No.
Nama Gangguan
Penjelasan
1.
Thalasemia

Kelainan hemoglobin (Hb) yang mengakibatkan darah kurang mampu mengikat oksigen. Thalasemia merupakan penyakit menurun.

2.
Hemofilia

Kelainan pada darah yg tidak memiliki faktor pembeku darah sehingga darah sulit membeku. Hemofilia merupakan penyakit menurun. Penderita hemofilia selalu pria, karena wanita hemofilia selalu meninggal dunia.

3.
Anemia

Gangguan dimana jumlah sel darah merah kurang dari jumlah normal. Kadar Hb normal adalah 12-16 % dari sel darah merah. Jumlah sel darah merah normal 5juta/mm3. Pada penderita anemia, kadar Hb kurang dari normal.

4.
Leukimia

Pertumbuhan sel-sel darah putih yg tidak normal. Jaringan yg seharusnya membentuk sel darah merah justru membentuk sel-sel darah putih. Akibatnya, jumlah sel darah putih melebihi normal. Sedangkan jumlah sel darah merah menurun. Leukimia disebut juga kanker darah. Banyaknya sel darah putih ini, menyebabkan sel darah putih menjadi “ganas”. Sel darah putih ini dapat memakan sel-sel darah merah sehingga dapat mengalami anemia akut.

5.
Tekanan Darah Tinggi

Gejala penyakit ini adalah tekanan darah diatas normal. Jantung penderita bekerja lebih keras bahkan dapat memecahkan pembuluh darah. Penyebabnya antaralain kelebihan kolesterol yg mengakibatkan menyempitnya pembuluh nadi, faktor keturunan, usia, stres, kebiasaan merokok, dan minuman beralkohol.

6.
Stroke

Pecahnya pembuluh darah di otak. Pembuluh darah dapat pecah karena adanya penyempitan pada pembuluh darah oleh lemak.

9)      Hubungan antara sistem pernapasan dan sistem peredaran darah :
 Darah bersih yang mengandung O2 dibawa dari paru-paru melalui vena pulmonalis masuk ke serambi kiri dan diteruskan ke bilik kiri lalu dipompa ke seluruh tubuh melalui aorta. 
Darah kotor yang mengandung CO2 dibawa dari seluruh tubuh ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. 
Di dalam proses pertukaran O2 dan CO2, oksigen yang dibutuhkan berdifusi masuk ke darah dalam pembuluh kapiler yang menyelubungi alveolus. Selanjutnya, oksigen diikat oleh hemoglobin (Hb) untuk diangkut ke sel-sel jaringan tubuh.
10)   Mekanisme pernapasan dan gangguannya pada manusia :
a). Mekanisme pernapasan :
1).  Mekanisme Pernapasan Dada 
1. Fase Inspirasi pernapasan dada

Otot antar tulang rusuk (muskulus intercostalis eksternal) berkontraksi --> tulang rusuk terangkat (posisi datar) --> Paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara luar masuk ke paru-paru

2. Fase ekspirasi pernapasan dada 
Otot antar tulang rusuk relaksasi --> tulang rusuk menurun --> paru-paru menyusut --> tekanan udara dalam paru-paru lebih besar dibandingkan dengan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru.
2). Mekanisme Pernapasan Perut 
1. Fase inspirasi pernapasan perut

sekat rongga dada (diafraghma) berkontraksi --> posisi dari melengkung menjadi mendatar --> paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara masuk

2. Fase ekspirasi pernapasan perut 
otot diafraghma relaksasi --> posisi dari mendatar kembali melengkung --> paru-paru mengempis --> tekanan udara di paru-paru lebih besas dibandingkan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru.
b). Gangguan pada sistem pernapasan :
No.
Gangguan
Penjelasan
1.
Alergi
Alergi karena debu dapat menimbulkan bersin-bersin, lalu rongga hidung membengkak dan gatal sehingga terjadi batuk-batuk baik ringan maupun berat. Kemudia ada pula individu yg rentan terhadap serbuk sari. Selaput lendir hidung dan mata menjadi bengkak dengan disertai keluarnya ingus dan bersin-bersin. Reaksi alergi dapat dikurangi dengan memberikan senyawa antishistamin atau pereda alergi.
2.
Selesma(pilek yg mengiringi influenza)
Kondisi hidung berir atau mungkn tersumbat lendir dengan hilangnya sensitivitas indera penciuman. Salesma disebabkan oleh infeksi virus.
3.
Mimisan
Terjadi akibat pecahnya pembulu darah yang ada di dalam hidung. Mimisan sering terjadi pada anak-anak. Namun dapat terjadi pula pada orang dewasa yg memiliki hipertensi dan gejala stroke.
4.
Polip
Tumor jinak yg menyumbat sebagian jalan udara pada hidung. Sering menimbulkan suara yang sengau dan dapat mengakibatkan kesulitan bernapas. Dapat dibuang melalui operasi.
5.
Rhinitis
Radang selaput hidung yg disebabkan oleh bakteri. Dapat pula disebabkan oleh selesma maupun alergi.
6.
Laringitis
Peradangan pada kotak suara yg menimbulkan suara menjadi lirih bahkan mungkin dapat tidak terdengar sama sekali.
7.
Bronkhitis
Peradangan pada bronkhus yg disebabkan oleh infeksi dan dapat diperpanjang oleh asap, misalnya asap rokok dan asap polusi.
8.
Pneumonia
Pneumonia diawali dengan adanya gejala radang pada radang paru-paru dan paru-paru terisi dengan cairan radang, pneumonia disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Dapat pula disebabkan oleh asap rokok dan asap polusi.
9.
Pleuritis
Radang selaput yang menyelubungi paru yg disebut sebagai selaput pleura.
10.
TBC(tuberkulosis)
Penyakit paru-paru yg disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
11.
Kanker Paru-Paru
Sel-sel kanker pada paru-paru terus tumbuh tidak terkendali. Penyakit ini dipicu oleh kebiasaan merokok.
12.
Emfisema
Paru-paru mengalami pembengkaan karena pembuluh darahnya kemasukan udara.
13.
Influenza
Penyakit yg disebabkan oleh virus influenza.
14.
Asma
Kelainan penyumbatan saluran pernapasan yg disebabkan oleh alergi, seperti debu, bulu, ataupun rambut. Asma dapat menyebabkan penyempitan saluran pernapasan. Penyempitan dapat terjadi akibat rangsang alergene, misalnya debu, serbuk sari, kondisi dingin, rambut kucing, dll.
15.
Flu Burung
Virus penyebab flu burung adalah virus H5N1 yg juga dapat menyerang manusia tidak hanya unggas.

11)   12) 13) struktur dan fungsi organ ginjal :
a). Struktur: Description: http://stokisluxorjogja.com/wp-content/uploads/2015/06/struktur-ginjal.jpg 
b). Fungsi organ ginjal :
- Fungsi utama dari ginjal adalah untuk menyaring darah dan mengeluarkan cairan berlebih dari itu. Ginjal meninggalkan jumlah yang tepat garam dan mineral lainnya di dalam darah. Jumlah kelebihan akan disaring dari darah dalam bentuk cairan limbah yang disebut urin.

- Keseimbangan cairan

- Memproduksi Sel Darah Merah

- Menjaga Tulang Kuat

- Fungsi homeostasis ginjal

 

14) 15) Gangguan pada sistem ekresi manusia :
a. Diabetes Mellitus
Adalah suatu keadaan yang di tandai dengan terdapatnya gula di dalam urine. keadaan ini disebabkan adanya gangguan sekresi hormon insulin.
b. Diabetes Insipidus
Merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan adanya produksi Urine yang berlimpah dan di sertai rasa haus yang berlebihan. hal ini dikarenakan kurangnya hormon antodiuretik (ADH) Pada ginjal sehingga kemampuan ginjal untuk mereabsorbsi menjadi hilang. penderita diabetes insipidus dapat mengeluarkan urine sebanyak 10 sampai 20 liter sehari.
c. Nefritis
Merupakan gangguan pada ginjal yang di sebabkan oleh infeksi bakteri sehingga menyebabkan Urine masuk ke dalam darah.
d. Batu Ginjal (Kencing Batu)
Merupakan suatu endapan yang berasal dari garam kalsium. Endapan batu ginja menyebabkan urine susah keluar dan menimbulkan rasa nyeri saat buang air kecil. batu ginjal dapat di hilangkan melalui operasi atau menggunakan sinar leser.
e. Gagal Ginjal
Merupakan keadaan salah satu atau kedua ginjal tidak dapat berfungsi sebagai mana mestinya. Keadaan tersebut dapat menimbulkan kematian bagi penderita. Untuk menggantikan Fungsi ginjal dapat dilakukan dengan cara, seperti pencangkokan ginjal, mengembangkan ginjal buatan, dan cuci darah (Hemodialisis)

16) Struktur dan fungsi pada organ paru-paru :
a). Struktur : Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrGROJn6sbH9sWHhmWFB_s-u_X0pWxVPBekn3xygIzm9ZhZlRUEsQXI9lU7a-mAzEssjnIHK6uJ9wjJ4Aqc_kPqVun5sNq8wX4Sko_js1j7nA7cK_ryvGnFc4RBx5uH0PruH7w05t-nPQ/s1600/paru-paru.png
b). Fungsi paru-paru :
  1. Sebagai Alat Respirasi
    Manusia membutuhkan oksigen untuk membantu dalam proses metabolisme tubuh. Paru-paru merupakan salah satu dari sistem pernafasan manusia.
  2. Sebagai Sistem Ekskresi
    Yakni mengeluarkan CO2 (karbondioksida) dan H2O (uap air). Ini adalah fungsi utama paru-paru bagi tubuh manusia.
  3. Pengendalian pH darah
    Yakni dengan cara mengubah tekanan CO2.
  4. Sebagai Reservoir
    Paru-paru juga berfungsi sebagai reservoir darah didalam tubuh manusia.
  5. Mengubah angiotensin I menjadi angiontensin II yang dilakukan oleh enzim angiontensin converting.

17) Struktur dan fungsi pada organ hati :
a). Struktur: Description: http://image.slidesharecdn.com/sistemekskresipadamanusia-120807044038-phpapp02/95/sistem-ekskresi-pada-manusia-24-728.jpg?cb=1344314503

b). Fungsi organ hati:
1.                   Menawar dan menetralkan racun (detoksifikasi). Hati dapat menghilangkan racun di dalam darah dengan cara membersihkannya dari zat berbahaya seperti alkohol dan obat-obatan.
2.                   Mengontrol sirkulasi tubuh.
3.                   Mencegah terjadinya penggumpalan darah dengan cara mengeluarkan protrombin dan fibrinogen.
4.                   Membentuk sel darah merah saat masih di dalam janin.

18) 19) struktur dan fungsi organ pendengaran manusia :
a). Struktur organ pendengaran: Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeeO3HP8EYGreZmjpMz3E0M5HcaG_ziQNQqDtrQDuS3JFjCTTlcRhz0KgMpC8Z3huTIjMnuU8mSJqHqYWilb7jHzZD3cvzuRmsnni4WMyu1UUomM6AXwPxHAtY8UDpMVx0x3r13_dQ8Ckl/s400/TELINGA.jpg
b). Fungsi organ pendengaran pada manusia :
  • Telinga Sebagai Pengatur Keseimbangan, Terdapat struktur khusus pada organ telinga yang berfungsi mengatur dan menjaga keseimbangan tubuh. Organ ini berhubungan dengan saraf otak ke VIII yang berfungsi dalam menjaga keseimbangan dan untuk mendengar.
  • Telinga Sebagai Indera Pendengaran, Telinga dapat berfungsi sebagai indera pendengaran apabila terdapat gelombang suara yang masuk melalui telinga luar yang akan diterima oleh otak melalui proses terjadinya pendengaran yang akan kami jelaskan dibawah.



21) →24) getaran dan gelombang (hitungan frekuensi, gelombang transversal, cepat rambat, dll.)
 


a). Besaran-besaran pada getaran :     a) periode Getaran : T=t/N                           dengan: T= periode(s)
                                                                                                                                                                                   t= waktu getar (s)
                                                                                                                                                                                   N= jumlah getaran



 


                                                                                b) Frekuensi Getaran : f=N/t                      dengan: f= frekuensi (hz)
                                                                                                                                                                                  N= jumlah getaran
                                                                                                                                                                                  t= waktu getar(s)
 


                                                                                c) Hubungan frekuensi dengan periode :
                                                                                                                               
                                                                             T=1/f       atau   f=1/T                      


b). Jenis-jenis gelombang :
1). Gelombang mekanik : gelombang yg memperlukan medium untuk merambat.
2). Gelombang elektromagnetik : gelombang yang tidak perlu medium perambatan.
3). Gelombang transversal : gelombang yg arah rambatannya tegak lurus dengan arah getarnya.
4). Gelombang longitudinal : gelombang yg arah rambatannya berimpit (searah) dengan arah getarnya.

c). Periode, frekuensi, dan cepat rambat gelombang :

hubungan frekuensi dan getaran:


                T=1/f   atau   f=1/T                                           dengan: f=frekuensi(hz)
                                                                                                                  T=periode(s)

Cepat rambat gelombang:                         
v=λ . f   atau   v=λ/T                         dengan: λ= panjang gelombang (m)
                                                                                T= periode(s)
                                                                                f= frekuensi (Hz)
                                                                                v= cepat rambat gelombang (m/s)


25) →26) Bunyi (resonansi, jarak bunyi,dll.)
a). Cepat rambat bunyi:
                                                                v=s/t                     dengan: v= cepat rambat bunyi (m/s)
                                                                                                                s= jarak tempuh (m)
                                                                                                                t= waktu tempuh (s)
b). Frekuensi gelombang bunyi:
                                                               
                                                                v=λ . f                    dengan: v=cepat rambat bunyi (m/s)
                                                                                                                 Î»= panjang gelombang bunyi (m)
                                                                                                                f= frekuensi bunyi(hz)

c). Resonansi :

                                                ln=(2n-1)/a λ                                     dengan : λ= panjang gelombang (m)
                                                                                                                                 l= panjang kolom udara(m)
                                                                                                                                n= bilangan asli(1,2,3,...)


27) 32) pemantulan cahaya (pada cermin, sifat bayangan, dll.) :
Ketika cahaya jatuh pada suatu permukaan, maka sebagian cahaya itu akan dipantulkan dan sebagian lain diteruskan atau diserap. Sifat permukaan bidang pantul sangat menentukan jumlah cahaya yg dipantulkan atau diserap. Jika permukaannya berupa cermin, hampir semua cahaya dipantulkan. Jika permukaannya hitam kasar, hampir semua cahaya diserap.
* Hukum pemantulan cahaya :
1). Sinar datang, garis normal, dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar.
2). Besarnya sudut datang sama dengan sudut pantul (i=r) .

*pemantulan teratur: pemantulan dari cahaya yg jatuh pada benda dengan permukaan licin(mengkilap), misalnya cermin. Cahaya tersebut akan dipantulkan pada arah tertentu secara teratur.
* pemantulan baur : pemantulan baur atau pemantulan tidak teratur disebut juga difuse. Difuse adalah pemantulan cahaya yang jatuh pada benda dengan permukaan yang tidak rata, sehinngga cahaya itu akan dipantulkan dg arah tidak menentu atau sembarang. Berikut, keuntungan pemantulan baur:
1). Berkas sinar pantul tidak menyilaukan mata sehingga terkesan teduh dimata,
2). Langit tampak terang di siang hari karena sinar matahari dipantulkan baur oleh debu-debu di atmosfer bumi.
                Description: http://i1184.photobucket.com/albums/z325/slametwdt/1%20cahaaya/senelius.jpg
* Pemantulan cahaya pada cermin Datar :
            cermin datar adalah cermin yg terbuat dari kaca sehingga permukaannya rata, sangat halus, mengkilap, dan licin.
* sifat Cermin datar :
a). Bersifat maya, artinya bayangan berada di belakang cermin, dan terbentuk dari perpanjangan sinar pantul.
b). Jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda ke cermin.
c). Tinggi bayangan sama dengan tinggi benda.
d). Perbesaran bayangan sama dengan satu.
e). Sisi kanan benda menjadi sisi kiri bayangan. Dan sebaliknya, sisi kiri benda menjadi sisi kanan bayangan.

Apabila dua buah cermin daatar membentuk sudut α satu sama lain, maka jumlah bayangan yang dibentuk adalah:
 


                                                N=360o/α-1                        dengan: n=banyaknya bayangan yang terjadi
                                                                                                                 Î± = sudut yg dibentuk oleh dua cermin datar.

*pemantulan cahaya pada cermin cekung :
                Cermin cekung adalah cermin yang bagian permukaan tempat memantulkan cahaya berbentuk lengkungan ke dalam. Cermin ini disebut cermin positif dan bersifat konvergen atau mengumpulkan cahaya yang diterimanya.
                Setengah dari jari-jari kelengkungan cermin (f=1/2 R)
*sinar-sinar istimewa pada cermin cekung :
a). Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik fokus (F)
b). Sinar datang melalui titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama.
c). Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan cermin (P) akan dipantulkan kembali melalui titik pusat kelengkungan tersebut.




a)      Jarak bayangan:
 


i/f=i/s+1/s’                         dengan: f= OF= jarak fokus(m)
                                                                 R= OP= jari-jari kelengkungan cermin(m)
                                                                 s= jarak benda(m)
                                                                 s’= jarak bayangan (m)
*apabila bayangan yg dihasilkan bersifat maya(semu), maka bayangan dinyatakan dengan tanda negatif, s’=(-).
b)      Perbesaran Bayangan:
 


M = s’/s = h’/h                  dengan: M= perbesaran bayangan
                                                                 h’= tinggi bayangan(m)
                                                                 h= tinggi benda(m)
*Pemantulan Cahaya pada Cermin Cembung:
Cermin cembung adalah cermin yg bagian permukaan tempat memantulkan cahaya berbentuk lengkungan keluar. Cermin cembung bersifat divergen atau menyebarkan cahaya yg diterimanya. Titik fokus dan titik pusat kelengkungan cermin berada di belakang cermin sehingga jarak fokus dan jari-jari kelengkungan bertanda negatif. Cermin cembung juga disebut cermin negatif. Bayangan yang dibentuk cermin cembung selalu bersifat maya, tegak, dan diperkecil, dimanapun benda diletakkan asalkan didepan cermin.
*sinar istimewa pada cermin cembung:
a). Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan seolah-olah dari titik fokus.
b). Sinar datang ke arah titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama.
c). Sinar dtang menuju pusat kelengkungan cermin, dipantulkan seolah-olah datang dari pusat kelengkugan tersebut.

a)      Jarak Bayangan :
 


1/f= 1/s+1/s’                      dengan: s’= jarak bayangan (m)
                                                                 s= jarak benda (m)
                                                                 f= jarak fokus (m)
*pada cermin cembung berlaku beberapa ketentuan:
- oleh karen titik fokus cermin dan titik pusat kelengkungan cermin berada di belakang cermin, maka dalam perhitungan jari-jari cermin(R) dan jarak fokus (f) diberi tanda negatif.
- oleh karena bayangan yang dihasilkan selalu bersifat maya, maka dalam perhitungan jarak bayangan (s’) diberi tanda negatif.

b)      Perbesaran Bayangan :
 


M= s’/s=h’/h                     dengan: M= perbesaran bayangan
                                                                 h’= tinggi bayangan (m)
                                                                 h= tinggi benda (m)

33) 35) pembiasan cahaya pada lensa:
a). Lensa Cembung: lensa cembung disebut juga lensa positif dan lensa konvergen, yaitu bersifat mengumpulkan sinar. Sinar sejajar yg datang permukaan lensa dibiaskan menuju satu titik, yaitu titik fokus. Ciri khusus lensa cembung adalah bagian tengah lebih tebal daripada bagian tepi. Lensa cembung dibedakan menjadi : 1). Lensa bikonveks (cembung rangkap); 2). Lensa plan-konveks(cembung datar); 3). Lensa konveks-konkaf(cembung cekung).
*sinar istimewa pada lensa cembung:
a). Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan melalui titik fokus.
b). Sinar datang melalui titik fokus akan dibiaskan sejajar sumbu utama.
c). Sinar datang melalui titik pusat optik akan diteruskan(tidak dibiaskan).
* jarak bayangan:                                                          dengan: f= jarak fokus(m)
                                1/f=1/s+1/s’                                                       s= jarak benda(m)
                                                                                                                 s’= jarak bayangan(m)
*pada persamaan untuk lensa cembung berlaku ketentuan berikut:
1). Jarak fokus lensa cembung bertanda positif karena fokus lensa cembung bersifat nyata.
2). Benda nyata berada didepan lensa dan dalam perhitungan bertanda positif. Sementara itu, benda maya berada dibelakang lensa dan dalam perhitungan bertanda negatif.
3). Bayangan nyata terletak dibelakang lensa dan dalam perhitungan bertanda positif. Sementara itu, bayangan maya terletak di depan lensa dan dalam perhitungan bertanda negatif.
* perbesaran bayangan :                                             dengan: M= perbesaran bayangan
                                M= s’/s=h’/h                                                     h’= tinggi bayangan(m)
                                                                                                                 h= tinggi benda(m)

a). Lensa cekung :
                lensa cekung disebut juga lensa negatif dan lensa divergen, yaitu bersifat menyebarkan sinar. Sinar-sinar sejajar yang mengenai permukaan lensa cekung akan dibiaskan menyebar seolah-olah berasal dari titik fokus. Ciri khusus lensa cekung adalah bagian tengah lebih tipis daripada bagian tepinya. Lensa cekung dibedakan menjadi:
1). Lensa bikonkaf-konveks(cekung rangkap)
2). Lensa plan-konkaf(cekung datar)
3). Lensa konkaf-konveks(cekung-cembung)
*sinar istimewa pada lensa cekung:
a). Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan seolah-olah datang dari titik fokus.
b). Sinar datang menuju titik fokus dibiaskan sejajar sumbu utama.
c). Sinar datang melalui titik pusat optik diteruskan (tidak dibiaskan).
* jarak bayangan:                                          dengan: f= jarak fokus (m)
                                1/f=1/s+1/s’                                       s’= jarak bayangan(m)
                                                                                                 s= jarak benda(m)
*perbesaran bayangan :                                                              dengan: M= perbesaran bayangan
                                M= s’/s=h’/h                                                     h’= tinggi bayangan(m)
                                                                                                                 h= tinggi benda(m)

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaQdCEQmgkanvjOlLqzHk9rtLJu6QlHNCdRLzciM8wvOWpQMC_34tdumIpJ-Mf7drsAVUp7PyCY2XyI1uU5RPfZMUuR-yyxM4IN-Yqj7GZ1EbcL6r3PwH736f_wNPmRO4o0ZnC4EeCN94/s1600/Jenis-jenis+lensa.jpg

36) cacat mata
a). Rabun Jauh(miopi) : keadaan mata yg tidak dapat melihat benda yg sangat jauh dengan jelas. Penyebabnya adalah lensa mata tidak dapat menjadi pipih secara sempurna seperti mata normal. Jika melihat benda yang sangat jauh maka bayangan benda akan jatuh di depan retina, sehingga hasilnya kabur. Penderita rabun jauh dibantu dengan kacamata berlensa cekung atau negatif. Pemakaian kacamata bertujuan agar penderita miopi dapat melihat benda-benda di jauh tak terhingga.
b). Rabun Dekat(Hipermetropi) : keadaan mata yang tidak dapat melihat benda pada jarak dekat dengan jelas. Disebabkan daya akomodasi mata berkurang sehingga titik dekat mata bergeser menjauhi mata(lebih dari 25cm). Pada rabun dekat, jika melihat benda yg sangat dekat maka bayangan benda akan jatuh di belakang retina, sehingga benda tampak kabur. Penderita hipermetropi dapat dibantu dengan kacamata berlensa cembung atau positif.
c). Mata Tua(presbiopi) : cacat mata ini dialami pada usia lanjut. Usia ini menyebabkan daya akomodasi mata semakin berkurang, sehingga kemampuan lensa mata  untuk menebal dan menipis dg sempurna seperti mata normal melemah. Penderita presbiopi tidak dapat melihat pada jarak jauh ataupun jarak dekat. Penyebabnya adalah ketidakmampuan lensa mata menebal dg sempurna menyebabkan titik dekat menjauhi mata(lebih dari25cm), sedangkan ketidakmampuan lensa mata menipis dengan sempurna menyebabkan titik jauh mendekati mata(kurang dari 25cm). Penderita presbiopi dapat di tolong dengan kacamata bifokal, yaitu kacamata berlensa cembung dan cekung.




*kekuatan lensa :                                            dengan: P= kekuatan lensa(dioptri)
                                                P=-1/f                                   f= jarak fokus lensa(m)


37) 38)  kala revolusi bulan:
Kala revolusi bulan adalah 27 1/3 hari.waktu ini disebut satu bulan sideris. Satu bulan sideris tidak sama dengan waktu sejak munculnya bulan purnama sampai bulan purnama berikutnya. Lama selang waktu antara dua bulan purnama adalah 29 hari. Waktu ini disebut satu bulan sinodis. Bulan sideris dan sinodis menjadi berbeda akibat adanya revolusi bumi. 


selain berevolusi mengelilingi matahari, bulan juga berotasi terhadap porosnya. Kala rotasi bulan persis sama dengan kala revolusinya, yaitu 27 1/3 hari, sehingga permukaan bulan yang menghadap bumi selalu hanya separuhnya. Karena bulan berevolusi terhdap bumi, bulan juga ikut mengelilingi matahari bersama bumi

39) radiasi matahari yg dimanfaatkan olehmakhluk hidup:
radiasi matahari dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam aktivitas manusia,hewan dan tumbuhan,juga dari sinar ultraviolet.
contohnya :
-tumbuhan:membantu fotosintesis
-manusia:untuk kehidupan dan kebutuhan sehari hari:mencuci,dll
-hewan:berjemur,

40) akibat rotasi dan revolusi bumi :
Pengaruh akibat Rotasi Bumi
1. Pergantian Siang dan malam
2. Perbedaan waktu
3. Perbedaan percepatan gravitasi bumi
4. pembelokan arah angin
5. pembelokan arus laut
6. peredaran semu harian benda-benda langit
Pengaruh akibat Revolusi Bumi
1. Pergantian musim
2. perbedaan lamanya siang dan malam
3. Gerak semu matahari
4. Terlihatnya rasi bintang yang berbeda dari bulan ke bulan